Dasar & Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Institusi

Dasar & Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Institusi

METODE PENELITIAN ILMU KEPERAWATAN Oleh: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) Guru Besar Ilmu Keperawatan UNAIR Ketua Dewan Redaksi Jurnal Ners & INJEC (AIPNI) Reviewer IWCJ (International Wound Care Journal) CURRICULUM VITAE Name Address E-mail HP : Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) : Jl. Keputih Tegal Timur 62 Surabaya 60111 : [email protected] : 081339650000 HIGHER, EDUCATION: 1. Doctor, Model of Nursing Care for HIV-AIDS, Postgraduate Programme, Airlangga University, 2005 2. Honours Master of Nursing,, University of Wollongong, New South Wales, Australia, 1997 3. Master of Nursing (Coursework), Univ. Wollongong, NSW, Australia,1996 4. Med. Surgical Nursing, Lambton College, Sarnia Ontario Canada, 1991 5. Diploma III in Nursing, Sutoma Surabaya 1988 ORGANISATION AND WORKING EXPERIENCES :

1. Lecturer and nurse in Diploma III in Nursing, Anesthesia, Ministry of Health, RI Surabaya (1988 1997) 2. Lecturer in School of Nursing, Faculty of Medicine / Faculty of Nursing, Airlangga University (since 1998) 3. Vice, Head, School of Nursing, Faculty of Medicine, UA (1999 2008) 4. Vice Head, PPNI Educatin & Training, East Java Nursing Association (2000 2010) 5. Dean, Faculty of Nursing Airlangga University (2008 2010) 6. Nursing Manager, Airlangga University Hospital (2011-now) PUBLICATION : 1. Books = 15 2. Acredited journal & (national & international)= 75 nursalam-2014 OTUTLINE INTRODUCTION 1. SEARCHING RESEARCH PROBLEMS 2.WRITE LITERATURE REVIEW (Ch.2) 3. DEVELOP A FRAMEWORK BASED ON NURSING THEORY AND OTHERS 4. WRITE AIM AND OBJECTIVES 5. WRITE TOPIC / TITLE

6. WRITE INTRODUCTION (CH. 1) 7. WRITE RESEARCH METHODS (QUANTITATIVE & QUALITATIVE) 8. DATA COLLECTION 9. WRITE RESULT, DISCUSSION 10. CONCLUSION & RECOMENDATION 11. PUBLICATION: BOOKS REFERENCE & JOURNAL INTRODUCTION nursalam-MASALAH WHY? ..SKEMA PENGEMBANGAN KARIR DOSEN A NG N BA M GE RIR

N E P KA PENGEMBANGAN KARIR REKRUTME NT SERTIFIKASI PENDIDIK/DOSEN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL/STUDI LANJUT KENAIKAN JABATAN AKADEMIK/PANGKAT PENGEMBANGAN KARYAILMIAH/PENELITIAN/PUBLIKASI ILMIAH (Standar 7 Akreditasi) 5 Komponen Kegiatan Kriteria Batas Kepatutan AK maks (@) 1. Buku Berbentuk buku, diterbitkan, dan satu

bidang keilmuan yg diampu 1 20 1 40 a. monograf b. referensi 2. Jurnal a. Internasional Majalah ilmiah terindeks di SCOPUS 1 40 b. Nasional terakreditasi Majalah ilmiah nasional

terakreditasi 2 25 c. Nasional tidak terakreditasi Majalah ilmiah nasional tidak terakreditasi 4 10 Prosiding 2 15 / 10 Nasional oral / poster 4. Hasil penelitian yang tidak dipublikasikan Prosiding

4 10 / 5 Bentuk buku - 3 5. Menerjemahkan / menyadur buku Hasil edit dlm bentuk buku - 15 6. Mengedit / menyunting buku Hasil edit dlm bentuk buku - 10 1

40 3. Seminar oral / poster a. Internasional (oral) b. 7. Membuat rancangan atau karya teknologi a. Internasional HAKI b. Nasional Haki Nursalam-2014 2 40 HOW .? BUDAYA MENULIS

.ORGANISASI / INSTITUSI Robin Nursalam-2014 BUDAYA MENULIS ILMIAH 7 SIKAP ILMIAH 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Selalu ingin tahu dengan selalu bertanya tentang bergbagai hal. Mengapa , bagaimana, dan apa? ..... Filsafat Kritis direalisasikan dengan mencari informasi sebanyakbanyaknya, baik dengan jalan bertanya dan membaca sebelum menentukan pendapat utnuk ditulis Rendah hati dan Terbuka, selalu mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain. Objektif, menyatakan apa adanya tanpa perasaan pribadi. Rela menghargai karya orang lain - mengutip, menyatakan terima kasih dan menganggapnya sebagai karya orisinil milik pengarangnya. Berani mempertahankan kebenaran - membela fakta atas hasil penelitian. Menjangkau ke depan - futuristik berpandangan jauh, futuristik berpandangan jauh,

mampu membuat hipotesis dan membuktikannya, bahkan mampu menyusun temuanNursalam-2014 / teori baru. MODEL METODOLOGI PENELITIAN (MMP) SKRIPSI TESIS - DESERTASI I. M A II. METODOLOGI Mencari kebenaran: 1. DESAIN (Korespondensi & Koherensi) 2. POPULASI, SAMPEL & SAMPLING,BESAR SAMPEL 3. VARIABEL & DEFINISI OPERASIONAL

4. PENGUMPULAN DATA (INSTRUMENT, WAKTU & TEMPAT, PROSEDUR) 5. ANALISIS DATA 1. KEILMUAN - BIDANG 2. KASUS S A D-S-V-I-A 3. MASALAH (F1-F2) L A A. SPIDER WEB H B. KEASLIAN / PENELITIAN SEJENIS 4. TUJUAN

5. TOPIK / TEMA JUDUL III. PENULISAN - HASIL nursalam-MASALAH 1. SEARCHING OF RESEARCH PROBLEM nursalam-MASALAH A GOOD TOPIC? N-O-C-T NOVELTY ORIGINALITY CONTRIBUTION ON THEORY AND PRACTICE LARGE SCOPE TRENDS / PREVALENCY nursalam-MASALAH WHY..... TRADITIONAL Nursalam-2014 MEDICINE WHY..... ENVIRONMENT

Nursalam-2014 WHY..... Nursalam-2014 HEALTH BEHAVIOR DISASTER MANAGEMENT Nursalam-2014 HOW? STRESS Nursalam-2014 16 SEARCHING NURSING RESEARCH PROBLEM (P-34) IDEA Prolonged 1st Stage of labour 1. TOPIC NURSING SCIENCE: MATERNITY, PEDIATRIC, etc. BRAINSTROMING Factors that cause the prolonged? LITERATURE REVIEW Factors: 5P, the dominant one is psyche:

husband support - has not been studied VARIABLES 5P (power, passage, passanger, psychological, provider ...) Anxiety, straining strength , age, parity, family support, Admission time, stress etc. 2. CASE SELECTION: INC, Hospitalisation stress,, etc. 3. NURSING PROBLEM: NANDA / GORDON (F1-F2) A. SPIDER WEB B. THEORITICAL MAPPING F-I-N-E-R FRAMEWORK 4. RESEARCH QUESTIONS (Q-S-S) What is the effect of husband support on acceleration of cervix dilatation 1st stage of Labour for inpartum mother? 5. AIM AND OBJECTIVES (BLOOM + Objective + (V-V) . To explain the effect of husband support on acceleration of cervix dilatation for inpartum mother TITLE 6. EFFECT OF HUSBAND SUPPORT ON ACCELERATION OF CERVIX DILATATION FOR INPARTUM MOTHER nursalam-MASALAH A. TOPIK / BIDANG KEILMUAN (KEPERAWATAN)

1. ANAK 2. MATERNITAS MEDIKAL BEDAH 4. JIWA 5. KOMUNITAS & KELUARGA 6. GERONTIK nursalam-MASALAH 7. MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN 3. B. KASUS (SESUAI KOMPETENSI KEILMUAN) 1. ANAK: Diare, DHF; Tumbuh Kembang 2. MATE,RNITAS: ANC INC-PNC KB Reproduksi 3. MEDIKAL BEDAH: Endokrin (DM); Cardio (DCFC) JIWA: Skizofrenia Gaduh Gelisah KOMUNITAS & KELUARGA: GERONTIK: dimensia, PPS MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN: Kepuasan,

Kinerja nursalam-MASALAH 4. 5. 6. 7. C. MASALAH 1) PENGGALIAN MASALAH - KOMPETENSI KEP MATERNITAS KEPERAWATAN MATERNITAS Askep Ibu Prenatal Askep Ibu Intranatal Anamnesa ibu hamil Leopold-I Askep Ibu Postnatal Pemeriksaan

Kehamilan Leopold-I Askep pada BBLR Senam Hamil Leopold-I nursalam-MASALAH Askep Ibu Resiko Tinggi Kehamilan Askep dgn ggn reproduks i Penyuluhan pada Ibu Hamil Askep pd Ibu Akseptor

KB Lanjutan ....... KEPERAWATAN MATERNITAS Askep Ibu Prenatal Askep Ibu Intranatal Askep Ibu Postnatal Pengkajian Kala-I Tanda Persalina n Askep pada BBLR Pengkajian Kala-II

Kemajua n buka cervix Perubaha n Fisik Manajemen nyeri Perubaha n Psikologi s Persiapan persalinan Askep Ibu Resiko Tinggi Kehamilan Pengkajian Kala-III Perawatan Plasenta Pimpinan persalinan

nursalam-MASALAH Askep dgn ggn reproduks i Perawatan Perdaraha n Penghitungan skore Apgar Askep pd Ibu Akseptor KB Pengkajian Kala-IV Abs. Perdaraha n Bounding Attachme nt Lanjutan .......

KEPERAWATAN MATERNITAS I Askep Ibu Prenatal Askep Ibu Intranatal Pengkajian Tanda Vital Higiene Vulva Involuti o Askep pada BBLR Askep Ibu Postnatal Diagnosa

Laktasi Breast care Askep Ibu Resiko Tinggi Kehamilan intervensi Askep dgn ggn reproduks i Implementasi Askep pd Ibu Akseptor KB Evaluasi Luka perinium Mobilisasi Diet Ibu

menyusui nursalam-MASALAH Manajemen laktasi Senam kala nifas 2). SPIDER WEB PNC (POST NATAL CARE) ? ? Pijat oxytocin Senam nifas in La ? tP Bl artu ue m Involusi Uteri

Du ke kun ula ga ur n ga ? Po s s stres ? ? ka u L m a aw er M Pr od

uk s iA SI POST PARTUM eu n i r pe ? i ay tb ? ? ? ? ? ? nursalam-MASALAH

? PNC (POST NATAL CARE) Spider Web Kompres hangat Modifikasi Terapi lingkungan musik Dukungan suami Bimbingan rohani Intervensi psikodinamik Post partum blues Dukungan suami Bonding attachment DVT

kolostrum Bendungan ASI breast Nyeri PNC Bowel Uterus blader Mobilisasi Diet tinggi serat Atonia uteri hematuria iua Post partum diuresis konstipasi Mobilisasi dini Involusi uteri pO

Luka episitomi Kompres kassa betadine Produksi lokea Breast care Respon emosional Vulva hygiene Betadin oles HE cara menyusui Produksi ASI Episiotomi HE

Stoking antiemboli IMD Homan sign Terapi musik langgam jawa Teknik relaksasi progresif Latihan fisik Rawat gabung Inkontinensia stres Penurunan TFU Pelepasan plasenta Uterus massase Blader training Senam kegel Masase

Perawatan nifas sehari hari Senam nifas Pijat oxytocin 3). KEASLIAN PENELITIAN nursalam-MASALAH nursalam-MASALAH 2. WRITE CHAPTER LITERATURE REVIEW THEORITICAL REVIEW (USE OF NURSING THEORIES & OTHER RELEVANT THEORY) nursalam-MASALAH REVIEW OF THE LITERATURE Research should be built on the work of others The futuristik berpandangan jauh, Literature is all the written sources relevant to your topic Primary source Written by the person who originated , or is responsible for

generating, the ideas published Secondary source Summarizes or quotes content from primary sources Paraphrase the works of primary authors Meta-analysis or systematic reviews Your work should mostly contain primary sources. Citations should be of primary sources not secondary sources Generally, try to keep cited references to within 5 years nursalam-MASALAH What is the link between nursing & health theory and the research process? Theory provides direction for nursing research Relationships of components in a theory help to drive the research questions for understanding nursing Chinn and Kramer (2004), indicate a spiral relationship between the two nursalam-MASALAH

MEMILIH TEORI & MEMBERIKAN RASIONAL a. Menganalisis impelementasi sebelumnya Implementasi terdahulu dapat dijadikan sebagai masukan untuk menetapkan intervensi saat ini. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat ditindaklanjuti untuk ditargetkan dalam intervensi. Mengidentifikasi hambatan yang terjadi serta fasilitas yang memadai. nursalam-MASALAH b. Mengkaji Beberapa Teori Mengkaji beberapa teori (keperawatan dan non keperawatan yang relevan) dan komponen utamanya yang mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi Mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang mempengaruhi suatu perubahan perilaku atau pemberian intervensi dapat mempengaruhi hasil yang diinginkan nursalam-MASALAH c. Kajian Literatur (Literature Review) What do you know from the literature about this change mechanism? What if any theories have been employed for

this type of change? Consider the strength of this evidence What have others interested in this mechanism/ strategy previously used? How well has this mechanism/strategy produced change? nursalam-MASALAH 1. COMFORT THEORY (Kolcaba) Kolcaba (2007) nursalam-MASALAH 2. SELF CARE (OREM Self-care R Therapeutic self-care demand R < Deficit R FIG. OREM SELF CARE DEFICIT R

Nursing Agency (supportive Educative) nursalam-MASALAH Conditioning factors Self-care capabilities (self-care agency) R 3.CARING The Structure of Caring Maintaining belief Philosoohical attitudes towards persons (in general) and the designated client (in specific) Knowing Informed understanding

of the clinical condition (in general) and the situation and client (in specific) Being with Doing for Message conveyed to client Enabling Therapeutic actions ( ) Client wellbeing Intended outcome The structure of caring as linked to the nurses philosophical attitude, informed understandings, message conveyed, therapeutic actions, and intended outcome. (from Swanson, K. M. [1993]. Nursing as

informed caring for well-being of others. Image: The Journal of Nursing Scholarship, 25 [4], 352-357.) nursalam-MASALAH 4. Human Interaction for Goal Attainment (King) FEEDBACK PERCEPTION NURSE JUDGMENT ACTION PATIENT ACTION REAC TION JUDGMENT PERCEPTION FEEDBACK nursalam-MASALAH INTERAC TION TRANSACTION 5. SUNRISE (LEININGER)

Cultural values and lifeways Poli t lega ical an d l fac tors TEC f ac Influences care patterns and expressions Health (well being) Of Individuals, families, group and institutions Diverse health systems Diverse health systems Nursing

Professional system Nursing care decisions and actions cultural care preservation/ maintenance cultural care accommodation/ negotiation cultural care repatterning/ restructuring nursalam-MASALAH Culture congruent care Ec o fa nom ct or ic s al i on c at Edu s t or HNO L CAL OGI FAC TOR S

d an al s u ic io ph g i l so s Re hilo or ct p a f ship Kin cial so and ors c fa t Father or intimate partner d cb

a Mother Infant a b nursalam-MASALAH c d 7. SERVEQUAL PERCEIVED SERVICE QUALITY (Parasuraman) Word of mouth Service Quality Dimensions: (RATER) Reliability Assurance Tangibles Empathy Responsiveness Personal needs Expected service

Perceived service Past experience Service Quality Assessment 1. Expectations exceeded ESPS (Unacceptable quality) nursalam-MASALAH 8. MODEL OF PERCEIVED UNCERTAINTY IN ILLNESS Danger Stimulati frame Symptom pattern Event familiarity Even congruency (+) Cognitive capacities (-) Uncertainty

Interference Illusion (+) Structure providers Credible authority Social support Education (+) Adaptation Opportunity (-) Coping: Mobilizing Strategies Affectcontrol strategies (+) Coping: buffering strategies Model of perceived uncertainty in illness. (from Mishel, M.

in illnes. Image: The Journal of Nursing Scholarship, 20, 226) nursalam-MASALAH H. [1988, Winter]. Uncertainty 9. Lazarus & Folkman (1984) & MBI (1996) nursalam-MASALAH d. Memberikan Rasional pada Teori yang Dipilih Determinan Teori/model Komponen program intervensi Rasa nyaman Pengembangan nurse-led Kolcaba menjelaskan clinic untuk mengatasi kebutuhan pelayanan nyeri neuropati kesehatan sebagai suatu kebutuhan akan kenyamanan dengan menentukan desain tindakan comfort melaui nurse-led clinic diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien yang mengalami nyeri neuropati

Theory of Comfort (Kolcaba) nursalam-MASALAH Rasional Kemandirian pasien Self care deficit Supportive-educative theory (Orem) system: melatih teknik purse lips breathing pada pasien dengan PPOK Teori Orem menjelaskan tentang bagaimana seseorang dapat meningkatkan kemandirian seseorang dalam memenuhi kebutuhannya, dengan mengajarkan teknik purse lips breathing pasien dapat melakukan sendiri saat sesak untuk meningkatkan pernapasannya. Kemampuan

adaptasi Adaptation model (Roy) Teori Roy menjelaskan upaya individu untuk dapat beradaptasi dengan situasi atau lingkungan sekitar. BBLR diupayakan untuk dapat beradapasi dengan suhu ruangan yang berbeda dengan ketika masih dalam kandungan. Penggunaan polyethylene wrap pada BBLR Caring terhadap adaptasi pada pasien HIV nursalam-MASALAH Pencapaian Becoming a peran ibu Mother (Mercer) Mengajarkan teknik kangaroo mother care

Teori Mercer sebagai acuan untuk mencapai peran seorang ibu dapat digunakan untuk mendasari KMC dalam upaya mendekatkan ikatan antara ibu dan bayi serta melatih ibu untuk merawat bayinya dengan penuh kasih sayang Interaksi sosial Intervensi cognitive behavior therapy (CBT) pada pasien menarik diri Teori peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain sehingga tepat untuk mengatasi masalah keperawatan menarik melalui fase orientasi, fase identifikasi, fase resolusi, fase eksplorasi yang sesuai dengan dengan tahapan CBT yaitu tahap orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi Interpersonal relation (Peplau)

nursalam-MASALAH Holistic Care Caring (Swanson) Penerapan caring dalam Teori ini menekankan peran meningktkan mutu dan caring dalam meningkatkan keselamatan pasien pelayanan berfokus pada pasien (kepuasan) dan mencegah terjadinnya adverse event (dekubitus, medication error, plebitis, pneumonia, infeksi daerah operasi, dan jatuh). nursalam-MASALAH e. Identifikasi kesenjangan Memetakan keadaan pasien saat ini dan memetakan teori secara ideal Mengidentifikasi adanya kesenjangan yang terjadi antara keadaan pasien dengan teori. Menganalisis apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

nursalam-MASALAH HOW TO? nursalam-2014 How do you expect to get from CURRENT PRACTICE Where are you now? Where do you want to be? Potential Barriers to change? Possible facilitators to Change? =HOW to get to desired outcomes, EBP nursalam-MASALAH EBP Levels of Evidence Hierarchy (Stetler et al.)* Level I: Meta-analysis of multiple RCTs

(gold standard) Level II: Individual RCTs Level III: Quasi-experimental Level IV: Non-experimental; qualitative Level V: Program evaluation; QI; RU; case reports Level VI: Opinion of respected authorities *modified slightly by Padula Forming A Good Questions: EVIDENCE BASED - PICO P = Patient population or disease of interest (age, gender, ethnicity, with a certain disorder hepatitis) I = Intervention or range of interventions of interest (exposure to disease, prognostic factor A, risk behavior) C = Comparison, you want to compare the intervention against (no disease, placebo or no intervention, prognostic factor B, absence of risk factor) O = Outcome of interest (accuracy of diagnosis, rate of occurrence of adverse outcome) In (P) immobile acute care patients, what is the effect of (I) turning every 2 hours on (O) prevention of pressure ulcers compared with (C) nursalam-MASALAH not turning patients every 2 hours? P-I-C-O-T (Nancy M. Heddle, 2006) P

Consider: Gender Age Diagnostic category In patient/outpa tient I Consider: Dose (low or high) How to define dose Platelet type (apheresis, whole blood derived) Prophylactic and/or therapeutic C O T Consider: Standard

dose or no platelets Platelet type (apheresis or therapeutic) Prophylactic and/or therapeutic Consider: Morbidity or mortality Bleeding (what severity) Post transfusion platelet count Corrected count increment Blood product use Consider: How frequently to assess and document bleeding Platelet count increment at 1 hour versus 24 hours Duration of followup (i.e., for a specified period

after each transfusion or for total duration of platelet dependency Example Question Question: In adults with a diagnosis of acute myeloblastic leukemia who are receiving prophylactic platelet transfusions, does the transfusion of a high platelet dose (equivalent to 12 whole blood derived platelet products), result in fewer days with bleeding during the period of thrombocytopenia (WHO Grade = 2), compared to a standard dose platelet transfusion(equivalent to 6 whole blood derived platelets) ? Question: In adults with a diagnosis of acute myeloblastic leukemia who are receiving prophylactic platelet transfusions, does the transfusion of a high platelet dose (equivalent to 12 whole blood derived platelet products), result in fewer days with bleeding during the period of thrombocytopenia (WHO Grade = 2), compared to a standard dose platelet transfusion (equivalent to 6 whole blood derived platelets) ? P - adults with a diagnosis of acute myeloblastic leukemia who are receiving prophylactic platelet transfusions I - transfusion of a high platelet dose (equivalent to 12 whole blood derived platelet products) T daily bleeding

assessment during the period of thrombocytopenia O days with bleeding (WHO Grade = 2) C standard dose platelet transfusion (equivalent to 6 whole blood derived platelets) CLINICAL PATHWAY : - contoh (word) Sama dengan care pathway, care map, critical pathway, integrated care pathways, multi disciplinary pathways of care, pathways of care, collaborative care pathways. Merupakan langkah secara details apa yg harus dilakukan dlm kondisi klinis yang terjadi pada pasien, merupakan rencana kegiatan day to day dari manajemen pasien Menggunakan pendekatan multidisiplin karena itu dapat digunakan format yang sama untuk setiap pemberi asuhan/ pelayanan. LUWI 21 April 2014

dr Luwi - PMKP 4 maret 13 54 Panduan Pr akt ik Klinis S MF : Penyakit Dalam RS Univer sit as Air langga S ur abaya DI ABETES MELI TUS 1. Penger t ian (Definisi) Penyakit met abolik yang dit andai oleh hiper glikemia akibat def ek pada : 1. Ker j a insulin (r esist ensi insulin) di hat i (peningkat an pr oduksi gula hepat ic) dan di j ar ingan per if er (ot ot dan lemak). 2. S ekr esi insulin oleh sel bet a pancr eas 3. At au keduanya. Klasifikasi Diabet es Melit us (DM) : 1. DM t ipe 1 (dest r uksi sel bet a, umumnya diikut i defisiensi insulin absolut ) 2. DM t ipe 2 (umumnya mulai dar i r esist ensi insulin) 3. DM t ipe lain (def ek genet ic pada f ungsi sel bet a, def ek genet ic pada ker j a insulin, penyakit eksokr in pancr eas, endokr inopat i, diindusi obat ,

inf eksi, bent uk lain immune mediat ed DM, sindr om genet ic lain) 4. DM gest asional 2. A namnesis Keluhan klasik : poliur ia, polidipsia, polif agia, dan penur unan ber at badan yang t idak dapat dij elaskan sebabnya. Keluhan lain ber upa : lemah badan, kesemut an, gat al, mat a kabur , dan disf ungsi er eksi pada pr ia, ser t a pr ur it us vulvae pada wanit a. 3. Pemer iksa an Fisik T inggi badan, ber at badan, t ekanan dar ah, lingkar pinggang T anda neur opat i. Mat a (visus, lensa mat a dan r et ina). Gigi mulut . Keadaan kaki (t er masuk r abaan nadi kaki), kulit dan kuku. 4. Kr it er ia Diagnosis 1.

2. 3. 4. 5. 5. 6. Diagnosis Diagnosis Banding 7. Pemer iksa an Penunj ang Keluhan klasik dit emukan dengan gula dar ah sewakt u >200 mg/ dl. Pemer iksaan glukosa plasma puasa 126 mg/dl dengan keluhan klasik. Kadar gula plasma 2 j am pada t es t oler ansi glukosa or al (T T GO) 200 mg/ dl (T T GO dilakukan dengan st andar WHO, menggunakan beban glukosa yang set ar a dengan 75 gr am glukosa anhidr us yang dilar ut kan dalam air ). Pemer iksaan HBA1c 6,5%, j ika dilakukan pada sar ana labor at or ium yang t er st andar isasi dengan baik.

.........................

. 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hiper glikemia r eakt if T oler ansi glukosa t er ganggu T oler ansi glukosa puasa t er ganggu Gula dar ah puasa dan 2 j am post pr andial HbA1C Pr ofile lipid pada keadaan puasa (kolest er ol t ot al, HDL , LDL, dan t r igliser ida) Kr eat inin ser um Ur inalisa : pr ot einur ia, ket on, sedimen Elekt r okar diogr am Fot o sinar X dada 1. T er api 1. 2.

5. T er api nut r isi medis (diet DM sesuai anj ur an ahli gizi) Lat ihan j asmani aer obic (j alan kaki, ber sepeda, j ogging, dan r enang) secar a t er at ur (3- 4 kali seminggu selama kur ang lebih 30 menit ) Obat hipoglikemik or al Pemicu sekr esi insulin : sulf onylur ea dan glinid Peningkat an sensit ivit as t er hadap insulin : met f or min dan t iazolidindion. Penghambat gluconeogenesis (met f or min) Penghambat absor psi glukosa : penghambat glukosidase alf a. DPP-I V (enzim dipept idyl pept idase- I V) inhibit or I nsulin I nsulin ker j a cepat (r apid act ing insulin) I nsulin ker j a pendek (shor t act ing insulin) I nsulin ker j a menengah (int er mediat e act ing insulin) I nsulin ker j a panj ang (long act ing insulin) I nsulin campur an (pr emixed insulin) Kombinasi obat ant idiabet ik or al dan insulin

1. 2. 3. 4. 5. 6. Pr omosi Edukasi Edukasi Edukasi Edukasi Edukasi 3. 4. 2. Edukasi 3. Pr ognosis 4. T ingkat Evidens T ingkat

Rekomend asi Penelaah Kr it is I ndikat or Medis Kepust aka an 5. 6. 7. 8. per ilaku sehat pola diet DM sesuai anj ur an ahli gizi kont r ol r ut in dan penggunaan obat diabet ic secar a t er at ur penyulit akut dan kr onik DM det eksi dini kelainan kaki r isiko t inggi penyakit penyer t a DM A d vit am : dubia ad bonam/ malam A d sanat ionam : dubia ad bonam/ malam A d f umgsionam : dubia ad bonam/ malam I V C 1. 2.

Evaluasi gula dar ah plasma dan komplikasi 1. Konsensus Pengelolaan dan pencegahan diabet es mellit us di I ndonesia, PERKEN I , 2011 Panduan pelayanan medik, Per himpunan Dokt er S pesialis Penyakit Dalam I ndonesia, 2006 2. S ur abaya .2015 Ket ua Komit e Medik .................................... Ket ua S MF............................................... ...................................... Dir ekt ur RS Univer sit as A ir langga S ur abaya,

....................................................... Contoh: CLI NI CAL PATHWAYS DI ABETES MELI TUS Nama Pasien: Diagnosis Awal: . R. Rawat Aktivitas Pelayanan Diagnosis: Penyakit Utama Penyakit Penyerta Hipertensi Dislipidemia Congective heart failure Komplikasi

Ketoasidosis metabolik Status hipergliemia hyperosmolar Hipoglikemia Makroangiopati pembuluh darah koroner Makroangiopati pembuluh darah tepi Makroangiopati pembuluh darah otak Retinopati diabetik Nefropati diabetik Neuropati Kaki diabetik Disfungsi ereksi Asessmen Klinis: Pemeriksaan dokter . Hari Rawat 1 Hari Sakit: Umur: Berat Badan: Tinggi Badan: Nomor Rekam Medis: ..kg ..cm . Kode ICD 10 :

Rencana rawat : hari Tgl/Jam masuk: Tgl/Jam keluar: Lama Rwt Kelas: Tarif/hr (Rp): Biaya (Rp) . . ... hari .. . Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5 Hari Rawat 6 Hari Sakit: Hari Sakit: Hari Sakit: Hari Sakit: Hari Sakit: Diabetes Melitus (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) .. Interna Cardio Bedah Syaraf Anestesi Gizi Pemeriksaan Penunjang:

.. Konsultasi Darah rutin GDS (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) .. (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) GDP/GD2JPP

HbA1C Profile lipid, Ureum/Creatinin SGOT/SGPT Serum ekeltrolit Blood gas analysis EKG Ro Thorax (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) Tindakan: Oksigenasi Pasang IV line Hidrasi cairan Pasang kateter ..

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) Aff iv line Aff kateter Obat obatan: Drip insulin sesuai algoritme . Unit/jam Drip bicnat ..meq dalam NaCl 0,9%500 cc

Drip kalium ..meq dalam NaCl 0,9% 500 cc Insulin short acting 3 x unit sub cutan Insulin long acting 0 0 0 - unit subcutan Antihipertensi Statin 1 x . mg Obat antidiabetik oral D40% bolus .. Nutrisi: (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

Rencana pulang : . Obat oral . Diet sesuai anjuran gizi Diet DM 25-30 kcal/kgBB/hari + factor penyesuaian (usia > 40 tahun, status gizi, stress metabolic, hamil) Mobilisasi: Semi fowler Duduk Aktif (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) Hasil (Outcome): Klinis : Penurunan kesadaran Hipertensi Sesak Nyeri dada Hipoglikemia Kaki diabetic (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-)

(+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) ..

.. Pendidikan/Rencana Pemulangan: Perjalanan penyakit dan rencana terapi Penjelasan diet makanan Penjelasan untuk kontrol rutin Varians: (+)/(-) (+)/(-) Diagnosis Akhir: Perawat (PPJP) (+)/(-) (+)/(-) (+)/(-) Kode ICD 10 Jenis Tindakan: Jumlah Biaya .. Kode ICD 9 CM PPDU:

Utama Diabetes Melitus .. Pasang infus . PPDS: Penyerta Hipertensi .. Oksigenasi .

Dislipidemia CHF Ketoasidosis metabolik .. .. .. Pemasangan kateter . . . . .. ..

. . .. . .. . .. .. .. ..

. . . . Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP): ............................. Verifikator: Komplikasi Status hiperglikemia hyperosmolar Hipoglikemia Makroangiopati

pembuluh darah koroner Makroangiopati pembuluh darah otak Makroangiopati pembuluh darah tepi Nefropati Diabetik Retinopati diabetik Neuropati Kaki diabetik EXAMPLE DATA Pasien DX MEDIS TN. X, 65 THN Tumor Paru dekstra NY. Y, 58 THN DM tipe 2 TN. A, 50 THN TN B, 68 THN DX KEPERAWATAN 1. Intergritas kulit 2. Nyeri akut

3. Resiko ketidakefektifan pola nafas 1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh 2. Kerusakan integritas kulit Selulitis + Ulkus cruris + 1. PK: Hiperglikemia Abses brachialis dextra + DM 2. Kerusakan integritas kulit OMI anteroseptal + DMND III + 1. Penurunan curah jantung 2. Kelebihan volume cairan & integritas DCFC IV + ISK kulit 3. PK: Hiperglikemia 4. PK: Hiponatremia TNY C, 38 THN TB Paru + DILI + Dermatitis 1. Nyeri akut 2. Mual Atopik 3. Kerusakan integritas kulit EXAMPLE 1) RESEARH EVIDENCE & BASED THEORY Pasien Compara sion Intervensi 317 pasien yang terpasang Menggunakan

infus dan dirawat di instrumen VIP bangsal rumah sakit pusat di Portugal 139 427 pasien yang terpasang Menggunakan infus dan dirawat di instrumen VIP rumah sakit Italia 12 pasien dengan aritmia di Infusion nursing ICU yang menerima standards of practise / aminoderon melalui IV INS 0 : tanpa sign and syptomp 4 : ada sign and symptomp Outcome Teori 35 orang dari 317 pasien mengalami plebitis

Data dikumpulkan selama 6 minggu (30 Januari 12 Maret 2010) 276 dari pasien mengalami plebitis 317 Data dikumpulkan tahun 2007. Masing-masing diteliti selama 12-96 jam 12 x kejadian Penelitian Incidence and severity of plebitis dari dilakukan selama 6 phlebitis in patients 24x bulan (2009) receiving peripherally pemasangan infused amiodaron infus EXAMPLE 2) EVIDENCED FROM ASSESSMENT

PATIENT & PATIENT VALUES Pasien Ny. K (P/ 57 tahun) DMND + DCFC IV Ny. F (P/ 40 tahun) Gastritis akut DM (40thn) Mobilisasi: bebas Intervensi Comparasion Outcome Teori Penggantian balutan insersi intravena dengan transparan dressing Mobilisasi: bebas Nutrisi: cukup Personal Hygiene: baik IV cath taka no 22 NaCl 0,9 % 500 cc/24 jam Dopamin 3 mikro/24 jam

stand by Furosemid 3 x 40 mg Pemasangan Tidak ada tanda tanggal plebitis 01/01/2015 jam 19.30 WIB penggantian pada hari ke 4, dan kemudian tiap 3 hari The Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan penggantian katheter stiap 72-96 jam untuk membatasi potensi infeksi (Darmawan, 2008) Penggantian balutan insersi intravena dengan transparan dressing 1.Nutrisi: cukup 2.Personal Hygiene: baik 3.IV taki no 22 4.Antrain 2x 1000 mg

Asering 500 cc /24 jam Primperan 3 x 10 mg Pemasangan tanggal Tidak ada tanda 01/01/2015 jam plebitis 12.15 WIB penggantian pada hari ke 3 The Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan penggantian katheter stiap 72-96 jam untuk membatasi potensi infeksi (Darmawan, 2008) INTEGRATED NOTES SOR-Source Oriented Record SOURCES / PROFESSI ON TIME dr. A 07.00

Ns. X 08.00 Ns. X 09.00 : : 14.00 Pharmacy Ns. Y 14.30 INTEGRATED NOTES SOAP -Chek DL -IV RL - -Blood sampling -IV Line on the left hend - VS= TD: 110/70mmHg, N: 80x/mnt, S: 38,2oC, RR:20x/mnt -Administering antibiotic IM S= B= A= R=

- nursalam-2014 CO OH T N INTEGRATED NOTES 3) PROFESSIONAL EXPERTISE in Client-Centred Evidence-Based Practice P r o f e s s io n a l E x p e r tis e Clinical Practice Guidelines C lie n t E v id e n c e C lin ic a l D e c is io n M a k in g R e s e a rc h E v id e n c e Re-thinking Professional Expertise in Client-Centred Evidence-Based Practice

The Role of Professional Expertise in CCEP Stage 1 Client Evidence C L I E N T 1. Gather and appraise client evidence 2. Identify occupational performance issues Stage 3 Integration of Evidence Stage 4 DecisionMaking 1. Identify problem and research

question 1. Establish applicability and appropriateness 1. Discuss evidence with client 2. Gather relevant evidence 2. Determine method 2. Develop collaborative plans for intervention Stage 2 Research Evidence 3. Appraise quality of evidence Collaborative

Role Professional & Client Professional Role Research Expertise 3. Identify evaluation criteria Stage 5 Enablement and Evaluation 1. Further assessments as needed 2. Undertake processes for enablement 3. Evaluate outcomes 4. Anticipate outcomes Professional Role

Collaborative Role Clinical Expertise Professional & Client Collaborative Role Professional & Client SPECIFIC CONTEXT OF PRACTICE O U T C O M E 3. DEVELOPE FRAMEWORK Output Ex: - rational for the theory choosen: Adaptation Model

nursalam-MASALAH PRINSIP K. KONSEPTUAL Berdasarkan (teori konsep) Hubungan antar variabel Gambar: Arah garis (Kiri ke kanan atau atas ke bawah) ( eksperimen); Garis diteliti (Hubungan) Yang diukur Tidak diukur nursalam-MASALAH Contoh - rational for the theory choosen: Adaptation Model Input Stimuli Adaptation level Effectors Control processes Coping

mechanisms Regulator Cognator Physiological function Self-concept Role function Interdependence Output Adaptive and ineffective response Feedback Person as adaptive system. (From Roy, C. [1984]. Introduction to nursing: An adaptation model [2nd ed., p. 30]. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.) nursalam-MASALAH COGNATOR Internal stimuli C Intact pathways and apparatus for Perceptual/ information

processing A Perceptio nLearning Processes for Selective attention, coding, and memory Imitation, reinforcement, insight R Judgeme nt Emotion I N Problem Solving & Decision Making Effectors Response

ADAPTIF Defenses to seek relief , affective appraisal & attachement GExternal stimuli PAKAR Psychomotor choice of response nursalam-MASALAH REGULATOR Internal Neural Spinal cord;brainstem and autonomic reflexes stimuli Automatic reflex response

Effectors Chemical Intac Intact Circulation Pathways to & from Responsiveness of endocrine glands Hormonal output Responsiveness of target organs or tissues Body response CNS Chemical External stimuli

Neural Perception Short term memory Long term memory nursalam-MASALAH Psychomotor choice of response Effectors PNI HEALTH Potential Co-Factors Person Factors Psychosocial Moderators

Perceived Stress Coping Pattern s Psychosocial Functioning NeuroEndocrine Mediators Immunological Mediators Quality of Life Physical Health Pre tx: Critical Factors nursalam-MASALAH PNI nursalam-MASALAH (Thorton & Andersen, 200 PENERAPAN TOERI ROY & PNI TERHADAP RESPON ADAPTASI

BIOPSIKOSIOSPIRITUAL PADA PASIEN HIV AIDS CARING (PAKAR) Psikologis (coping) Biologis: IO, UP Sosial (interaksi) Spiritual (mengambil hikmah) RESPONS PERSEPSI (KOGNISI) Respons Spiritual Respons Sosial Harapan Tabah Hikmah Emosi Cemas Interaksi Respons Penerimaan diri Denial Anger Bargaining Depression-Acceptance

RESPONS BIOLOGIS Adrenal (Cortisol ) IL2,IFN- Th-2 (CD4 ) Sel Plasma IFN- Ab- HIV NK-cell CTL Nursalam (2007) nursalam-MASALAH H O S T D

a b b a HPA-AXIS Th-1 (CD4 ) K O P I N G M c E n w e e 2 0 0 1 FRAMEWORK (p.403 ADAPTATION & PNI) Counseling for patient

with Stress pre op Learning process (cognator) Cognition Emotion Perception (+) Coping (+) Stress Hypotalamus (CRF) H P Pituitary (ACTH) - endorphin A AXIS Adrenal Cortex (Cortisol ) IMMUNE RESPONSE MODULATION (CD4; cytokin; IgG) nursalam-MASALAH

Adrenal medulla (Catecolamines Vital signs (T, P, R, PB) A D A P T A T I O N VARIABEL & DEF.OPERASIONAL (Ciri Khas Dari Suatu Benda / Seseorang, Shg Dikenali) nursalam-MASALAH Variabel Inpenden: v. nilainya menentukan v. lain Dependen: v. nilainya ditentukan v. lain Perancu (confounding): v. yang nilainya ikut menentukan v. D (langsung / tidak)

Moderator: v. yang bisa berposisi sbg. v.I dan v. D Kontrol (kendali): v. yg nilainya dikendalikan Random: v. tanpa diduga berperan dlm. penelitian nursalam-MASALAH VARIABEL V. Perancu : KEADAAN PATOLOGIS V. Independen SENAM HAMIL V. Dependen KALA I Moderator V. Luar 5P POWER PASSAGE PASSANGER PSYCHE PENOLONG / PERALARTAN V. Pengontrol PARITAS

nursalam-MASALAH Penjabaran Variabel Gambaran tingkat pengetahuan pasien HIV/AIDS Variabel : tingkat pengetahuan HIV/AIDS PARAMETER: - Defenisi - Tanda dan gejala - Cara penularan - Cara perawatan nursalam-MASALAH Cara penularan Indikator : - Penularan melalui kontak seksual - Penularan melalui darah - Penularan dari ibu kepada anak nursalam-MASALAH DEFINISI OPERASIONAL nursalam-MASALAH PRINSIP PENULISAN D.O Definisi hrs. dapat dibolak-balikan dgn. Hal yg didefinisikan (luas keduanya sama) Tidak boleh negatif (kepuasan adalah tidak senang) Tidak boleh masuk dalam definisi (kepuasan

adalah puas terhadap) Tidak boleh bahasa yg kabur (ambigious): kepuasan adalah rasa bathin .. nursalam-MASALAH DEFINISI OPERASIONAL (D.O) D.O & Parameter Alat SKALA SKOR Ukur tdk.cemas (<6) 1.Kecema HARS Ordinal ringan (6 - 14) san - 14 item Kuesener sedang (15 27) Variabel berat (>27) 2.KALA I Pembukaan Kekuatan Mengejan - observinterasi

Val (partogra ph) nursalam-MASALAH .. Jam 4. WRITE AIM AND OBJECTIVES nursalam-MASALAH RUMUS TUJUAN BLOOM + Tuj. Penlitian + (V V) (C2-C6) Menjelaskan Menganalisis Mengidentifikasi Mempelajari Mengukur dll DESKRIPSI PERBEDAAN HUBUNGAN PENGARUH SEBAB-AKIBAT nursalam-MASALAH FRAMEWORK (p.403 ADAPTATION & PNI) Counseling for patient

with Stress pre op Learning process (cognator) Cognition Emotion Perception (+) Coping (+) Stress Hypotalamus (CRF) H P Pituitary (ACTH) - endorphin A AXIS Adrenal Cortex (Cortisol ) IMMUNE RESPONSE MODULATION (CD4; cytokin; IgG) nursalam-MASALAH

Adrenal medulla (Catecolamines Vital signs (T, P, R, PB) A D A P T A T I O N TUJUAN (adaptasi & PNI) - konseling Umum: Menjelaskan pengaruh konseling terhadap penurunan TTV dan modulasi respons imun pada pasien pre Operasi Khusus 1. Menjelaskan pengaruh konseling terhadap coping pasien 2. Menjelaskan pengaruh konseling terhadap penurunan respons stres 3. Menjelaskan pengaruh konseling terhadap penurunan tanda tanda vital 4. Menjelaskan pengaruh penerapan caring terhadap modulasi respons imun (cortisol,CD4; cytokin; Ig) nursalam-MASALAH

TUJUAN PENELITIAN (UMUM & KHUSUS) TUJUAN UMUM Menjelaskan (Bloom) pengaruh (tujuan) penyuluhan (v.i) terhadap perubahan perilaku ibu untuk datang ke Posyandu (v.d) . TUJUAN KHUSUS 1. Menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu 2. Menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu setelah mendapatkan penyuluhan 3. Menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap rutinitas datang ke Posyandu nursalam-MASALAH CONTOH JUDUL Menjelaskan (dihilangkan) PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU IBU DATANG KE POSYANDU Atau

PENYULUHAN KES DALAM PERUBAHAN PERILAKU IBU DATANG KE POSYANDU nursalam-MASALAH 5. JUDUL / TOPIK PENELITIAN 1. SINGKAT DAN JELAS 2. TIDAK MELEBIHI 12 KATA 3. TERGAMBAR TUJUAN DAN VARIABEL PENELITIAN (DESAIN, SAMPEL, TEMPAT) nursalam-MASALAH TITLE TO EXPLAIN (TAKE OUT) EFFECT OF PRE OP COUNSELING IN NURSING CARE ON REDUCING STRESS RESPONSE, VITAL SIGNS AND IMMUNE RESPONSE MODULATION FOR PATIENT WITH PRE OP OR PRE OP COUNSELING IN NURSING CARE ON REDUCING STRESS RESPONSE, VITAL SIGNS, AND IMMUNE RESPONSE MODULATION FOR PATIENT WITH PRE OP Oleh: Oleh: Nursalam Nursalam

NIM..090214910D 090214910D NIM nursalam-MASALAH MANFAAT PENELITIAN Manfaat teoritis penyuluhan sebagai stimulus dalam proses pembelajaran dalam merubah kognisi seseorang berdasarkan konsep Adaptasi (Roy) dan PNI (Ader) Manfaat praktis Merubah perilaku pasien secara positif untuk datang ke POSYANDU dalam mencegah sakit pada anak BALITA. nursalam-MASALAH 6. WRITE CHAPTER 1 (INTRODUCTION) 1.1 BACKGROUND (MSKS) 1.2 RESEARCH QUESTIONS 1.3 AIM AND OBJECTIVE (BASED ON FRAMEWORK) 1.4 BENEFIT nursalam-MASALAH CHAPTER 1,2,3: ALREADY BAB 1 S/D BAB 3 SUDAH TERJAWAB

CHAPTER 1: INTRODUCTION 1. Background (MSKS / MKSS) Paragraph 1: problems (F1 & F2) Paragraph 2: scale of the problems Paragraph 3: chronological Paragraph 4: Solution 2. Research questions 3. Aim and objectives 4. Benefit (theoretically & Practice) CHAPTER 2: LITERATURE REVIEW CHAPTER 3: FRAMEWORK AND HYPOTHESIS CHAPTER 4: RESEACH METHODS nursalam-MASALAH 7. WRITE CHAPTER 4 (RESEARCH METHODS) KUANTITATIF & KUALITATIF D DESIGN (non experiment & experiment) S SAMPLE (POPULATION, SAMPLING, SAMPLE SIZE) V VARIABLE (independent, dependent, ........) I INSTRUMENT (Observation, questionnaire, scale, in vivo vitro, in depth interview) nursalam-MASALAH A ANALYSIS (T-S-S-V)

A. DESAIN JENIS - KUALITATIF nursalam-MASALAH PENELITIAN KUALITATIF A. PENGERTIAN Penelitian kualitatif berangkat dari filsafat ilmu yang mencari esensi segala sesuatu. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, yang berangkat dari asumsi adanya normalitas, dan kebenaran dicari dari rerata normalitas frekuensi atau rerata keragaman berbagai sesuatu. Pada penelitian kuantitatif kita mencari kebenaran lewat sampel acak atas sampel itu representatif terhadap populasinya. Pada penelitian kualitatif, kita mencari kebenaran lewat kasus yang menampilkan esensi yang kita cari. B. KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF Seting alamiah Data dikumpulkan secara langsung dari lingkungan nyata dalam situasi sebagaimana adanya di mana subjek melakukan kegiatan sehari-hari. 2. Peneliti sebagai Instrumen Utama Peneliti sendiri sebagai instrumen utama, karena tidak mungkin membuat instrumen yang dapat menyesuaikan dengan berbagai realitas yang diteliti. Semua instrumen berinteraksi dengan dengan responden yang objek yang diteliti, maka hanya instrumen manusialah yang dapat berinteraksi dan memaknai berbagai interaksi. 3. Bersifat Deskriptif Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, bukan angka-angka. Hasil penelitian berisi deskripsi dan kutiban-kutiban dari kumpulan data yang berasal dari catatan wawancara, pengamatan, catatan lapangan, foto, rekaman, dokumen pribadi, dan rekaman-rekaman lain. 1.

4. Lebih mementingkan proses daripada hasil Perhatian lebih dititikberatkan kepada gejala proses daripada hasil dari proses. Misalnya, peneliti lebih mementingkan bagaimana orang-orang bertukar pikiran untuk memperoleh pengertian yang sama tentang sesuatu daripada kesamaan pengertian itu. 5. Analisis data secara induktif Penelitian kualitatif tidk mencari data untuk memperkuat atau menolak hipotesis yang telah diajukan sebelum memulai penelitian, tetapi melakukan abstraksi setelah melihat fenomena-fenomena yang ada. Kebenaran esensi berasal dari bawah, berasal dari sejumlah besar satuan bukti yang terkumpul yang saling berhubungan satu dengan lainnya. 6. Makna adalah esensial Makna adalah esensial dan mendapat perhatian utama. 7. Laporan bernada studi kasus Nada laporan lebih bersifat studi kasus, yaitu mendeskripsikan realitas yang bersifat majemuk. 8. Interpretasi ideografik Peneliti kualitatif menginterpretasikan data secara ideografik (kekhususan suatu kasus), bukan secara nomotetik (berlaku secara umum), karena interpretasi yang berbeda akan lebih memberi arti bagi realitas yang berbeda konteksnya. 9. Teori Dasar: Grounded Theory PERBEDAAN ANTARA PENELITIAN KUALITATIF & KUANTITATIF (Bryman, 1988 Hal QUANTITATIVE (objective) QUALITATIVE(reflective)

Kedudukan suatu penelitian kualitatif Studi awal Penggalian interpretasi subyek Hubungan peneliti & yang diteliti Jauh, outsider Dekat (empati), insider Hubungan teori/konsep dengan data empiric Confirmatory: data empiric untuk memberi konfirmasi bagi teori Emergent: teori dimunculkan atas dasar data empiric Strategi penelitian Berstruktur Tidak berstruktur

Lingkup/klaim temuan Nomothetic the truth Ideographic a truth Konsepsi tentang realitas sosial Statis & ekternal Prosesual & realitas merupakan produk konstruksi sosial Analisis data Individual Kontekstual Subyek yang diteliti Single level analysis Multi level analysis Desain pada Penelitian Kualitatif 1. Phenomenology 2. Grounded Theory

3. Ethnography 4. Case Study 5. Action Research 6. Feminisms 1 Phenomenology futuristik berpandangan jauh, riset yang berakar pada filosofi dan psikologi dan berfokus pada pengalaman hidup manusia Merupakan pendekatan hemeneutics yang menggunakan pengalaman hidup sebagai alat untuk memahami secara lebih baik sosial budaya, politik atau konteks sejarah dimana pengalaman itu terjadi futuristik berpandangan jauh, riset yang mendiskusikan tetang semua subjek kajian dengan memahami inti pengalaman tentang suatu fenomena 2 Grounded Theory futuristik berpandangan jauh, merupakan metode pembangkitan teori secara induktif futuristik berpandangan jauh, digunakan pada hal-hal yang belum jelas, untuk memperoleh persepsi baru pada situasi yang sudah lumrah futuristik berpandangan jauh, menemukan kerangka konsep baru Cont Grounded theory; (Straus) penggalian yang mendalam dengan menganalisis data secara sistematis dan intensif dengan tujuan untuk menemukan teori, konsep, hipotesis dan

proposisi secara langsung dari data. Penyusunan didasarkan pada model futuristik berpandangan jauh, konsep-indikator yang menunjuk pada pengkodean seperangkat indikator empiris. Cont ... Tujuan: Menilai efek dari perilaku sosial Misalnya: Menjelaskan apa yang terjadi pada seorang mahasiswa perawat yang ditegur oleh perawat ruangan saat melakukan kesalahan dalam melakukan prosedur klinik di rumah sakit 3 Ethnography futuristik berpandangan jauh, pendekatan riset kualitatif yang berfokus pada budaya dan akibat hubungan dalam interaksi sosial BUDAYA : way of life yang terbentuk akibat interaksi antar manusia Untuk dapat memahaminya harus futuristik berpandangan jauh, masuk ke dalam kelompok budaya tersebut untuk melihat pengalaman objektif Etnografi; metode untuk menggambarkan suatu masalah tertentu pada kasus tertentu secara mendalam dan komprehgensif. 4 STUDI KASUS Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang

mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu. 5 Action Research futuristik berpandangan jauh, metode penelitian kualitatif yang menggunakan kegiatan pemecahan masalah dalam situasi praktik tertentu dan ada sesuatu yang harus dipelajari serta dievaluasi dampaknya futuristik berpandangan jauh, pemecahan masalah merupakan bentuk intervensi yang merupakan kesepakatan bersama para partisipan DESAIN / JENIS KUANTITATIF nursalam-MASALAH DESIGN Is INTERVENTION? Yes No Descrptive; crosssectional; comparation Objective: Explain /explore or relationship/assosciative No

Yes Experimental Is there control group;Randomised; variable control Yes No Sample-as group Case study; survey True-Exp. Cross-sectional; comparation (cohort & case control) Quasy (Randomised& control group) Pra (1requirement:random or control) nursalam-METODOLOGI B. SAMPEL KUALITATIF PATISIPAN / SUBYEK / INFORMAN

nursalam-MASALAH SUBYEK PENELITIAN Subjek dalam penelitian kualitatif disebut informan, yaitu orang-orang yang berada pada latar penelitian. Informan adalah orang-orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi, kondisi latar, dan data penelitian. Informan dibedakan menjadi dua, yaitu informan yang berfungsi sebagai pembuka jalan dan informan yang berperan sebagai pemberi informasi data lapangan. Informan sebagai pembuka jalan berfungsi sebagai pembuka jalan memasuki seting dan sebagai jembatan komuniukasi antara peneliti dengan situasi penelitian dan masyarakat yang berfungsi sebagai pemberi data. Informan pembuka jalan dipilih orang-orang yang memiliki pengaruh besar dalam suatu latar penelitian, misalnya pimpinan-pimpinan formal, pimpinan-pimpinan informal, dan powe etite. Informan pemberi data lapangan berfungsi utama pemberi data penelitian. Informan yang dipilih adalah orang-orang yang benar-benar mempunyai informasi yang relevan dengan penelitian. Agar 4 cara memilih sampel, nonporobability sampling, yaitu accidental, purposive, quota, dan snow ball sampling. - accidental: untuk memperoleh informan, peneliti dalam waktu tertentu dengan cara aktif memilih dan menjadikan semua responden yang mereka ditemui sebagai informan. - purposive: peneliti atas dasar rasional tertentu memilih responden untuk dijadikan informan dalam pengambilan data. - quota: pemilihan informan atas dasar jumlah tertentu dan jumlah itu ditentukan sebelum penelitian. - snow ball: pemilihan informan yang dimulai dari jumlah kecil, kemudian atas dasar rekomendasinya menjadi semakin membesar. Di tempat kita disebut futuristik berpandangan jauh, gethok tular, di mana respoden yang telah ditemui memberikan rekomendasi kepada orang lain untuk dijadikan respoden. Memilih Partisipan Purposive sampling (phenomenological

study) Snowball technique. Theoritical sampling (grounded theory) SAMPEL- KUANTITATIF SAMPEL / RESPONDEN nursalam-MASALAH POPULASI TARGET: 50 KRITERIA: 40 - INKLUSI - EKSLUSI POPULASI TERJANGKAU= 40 SAMPLING SAMPEL: 25 1. RANDOM / PROBABILITY nursalam-METODOLOGI 2. NON PROBABILITY SAMPLING PROBABILITY:

NON-PROBABILITY 1. SIMPLE RANDOM (ACAK) 2. CLUSTER (PENGELOMPOKAN) 3. STRATIFIED (STRATA) 4. SISTEMATIC (1/N) 1. PURPOSIVE (MASALAH) 2. CONSECUTIVE (WAKTU JML SAMPEL TERPENUHI) 3. QUOTA 4.CONVINENCE (KEMUDAHAN) nursalam-METODOLOGI C. PENGUMPULAN DATA INSTRUMEN / ALAT UKUR PENGUMPULAN DATAKUALITATIF W-O-D (Streubert & Carpenter, 1999; Creswell, 2000) Wawancara

mendalam (Indepth Interview) Observasi Dokumen Focus Group Discussion (FGD) Narasi tertulis Chat Rooms Field Note (catatan Lapangan) Audio-Visual WAWANCARA Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (indepth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. OBSERVASI Beberapa

informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan Tujuan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. Cont OBSERVASI Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek. Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. DOKUMEN Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi

peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain. FGD Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. FGD: diskusi kelompok terdiri 6-12 orang peserta, yang dipimpin oleh moderator, dilakukan ditempat yang informal untuk mengumpulkan informasi topik tertentu. Peserta diundang untuk berpartisipasi, membagi pengalamannya sehingga diskusi bisa berjalan. ..... LAINNYA Narasi Partisipan menulis pengalamannya yang diharapkan mereka berpikir tentang hal yang ingin dibagi. Chatting Menggumpulkan data secara online Catatan lapangan (field notes)

Mencatat apa yang didengar, dilihat, dipikirkan atau yang dialami INSTRUMEN -KUANTITATIF (1) Bio - Fisiologis (2) Observasi (3) Interview (4) Kuesioner (5) Skala Pengukuran nursalam-METODOLOGI D. ANALISIS DATA KUALITATIF PENGOLAHAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF Seluruh hasil pengamatan dan wawancara mendalam dibuatkan TRANSKRIP. TRANSKRIP: Uraian dalam bentuk tulisan yang rinci dan lengkap mengenai apa yang dilihat dan didengar baik secara langsung maupun dari hasil rekaman Untuk wawancara mendalam, transkrip harus dibuat dengan menggunakan bahasa sesuai hasil wawancara (bahasa daerah, bahasa asing, bahasa khusus dll) ANALISIS TERHADAP TRANSKRIP

1. 2. 3. Menangkap makna dari teks untuk menunjukkan bagaimana makna dominan yang ada dalam teks dan makna yang dapat dipertentangkan yg bersifat, spesifik. Menunjukkan makna-makna yang melekat dalam suatu teks, utamanya makna tersembunyi yang terkandung dalam teks. Menganalisis bagaimana teks berkaitan dengan kehidupan, pengalaman, kenyataan, dan hal-hal yg bermakna tentang subyek penelitian. ANALISIS DATA Collaizi (1978, dalam Speziale & Carpenter, 2003) Mendeskripsikan fenomena yang akan diteliti Mengumpulkan deskripsi fenomena melalui pendapat partisipan Membaca seluruh deskripsi fenomena yang telah disampaikan partisipan Membaca kembali transkrip hasil wawancara dan mengutip pernyataan Menguraikan arti yang ada dalam pernyataan signifikan Mengorganisir kumpulan makna ke dlm kelompok tema Menuliskan deskripsi yang lengkap Menemui partisipan untuk validasi deskripsi Menggabungkan data hasil validasi

Tujuan Khusus 1: Perasaan Keluargat Tahapan Berduka Menyangkal tidak percaya belum menyadari Marah sedih, kecewa menawar khawatir, berharap Depresi Fisik Psikologis menerima bersyukur, adaptasi memahami, senang Tema 1 Caregiver

Berduka penyebab berduka akumulasi perasaan resistensi anak respon anak yang lambat perilaku anak yang Anak perilaku suli berlebihan konsentrasi perilaku tidak dapat dimengerti Beban psikologis jengkel, marah, malu menderita, takut, khawatir berat/sulit Dampak berduka

Beban pikiran caregiver Beban Fisik lelah fisik Beban finansial pengobatan, sekolah Beban sosial 1/3/13/37 Beban waktu anak penggunaan uang, nutrisi membatasi sosialisasi caregiver membatasi sosialisasi anak mengorbankan waktu pribadi kebebasan sosial

ANALISIS - FENOMENOLOGI Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi, yaitu: a. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan. b. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data. c. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. Selanjutnya, pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan). CONT... FENOMENLOGI d. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi. e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi). f. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut. g. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. Setelah itu, gabungan dari gambaran tersebut ditulis.

ANALISIS - STUDI KASUS Langkah-langkah analisis data pada studi kasus, yaitu: a. Mengorganisir informasi. b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. c. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya. d. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa e. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain. f. Menyajikan secara naratif. Forming A Good Questions: EVIDENCE BASED - PICO P = Patient population or disease of interest (age, gender, ethnicity, with a certain disorder hepatitis) I = Intervention or range of interventions of interest (exposure to disease, prognostic factor A, risk behavior) C = Comparison, you want to compare the intervention against (no disease, placebo or no intervention, prognostic factor B, absence of risk factor) O = Outcome of interest (accuracy of diagnosis, rate of occurrence of adverse outcome) In (P) immobile acute care patients, what is the effect of (I) turning every 2 hours on (O) prevention of pressure ulcers compared with (C) nursalam-MASALAH

not turning patients every 2 hours? ANALISIS - KUANTITATIF DASAR PEMILIHAN UJI STATISTIK: TSSV Tujuan Penelitian Skala pengukuran Sampel bebas (independent) atau berpasangan (related) Variabel yang terlibat (jumlah) Jumlah kelompok / pengamatan sampel Besar sampel (n) Distribusi populasi (normalitas), khusus untuk data rasio- interval nursalam-METODOLOGI PEMILIHAN TEKNIK ANALISIS/UJI STATISTIK TUJUAN ANALISIS JUMLAH SAMPEL/ KLP STATISTIKA NON PARAMETRIK

BEBAS/ BERHUBUNGAN Analisis Data Semikuantitatif Analisis Data Kualitatif/Kategori Uji t satu sampel (Goodness of Fit t test) Kolmogorov-Smirnov satu sampel Chi Square satu sampel Bebas Uji t 2 sampel bebas Wilcoxon-Mann Whitney test Chi Square Fishers exact test Berpasangan Uji t data

berpasangan (Paired t test) Wilcoxon Signed Rank test Mc Nemar test Bebas Anova satu arah (Oneway anova) Kruskal-Wallis test Chi Square Berhubungan Anova sama subyek Anova Friedman Cochrans Q SIMETRIS Product Moment dari Pearson (Korelasi Pearson)

Korelasi Spearman Uji Asosiasi : Koefisien Kontingensi Koefisien Phi Koefisien Kappa Koefisien Lambda, dll SEBAB-AKIBAT Regresi Linier Regresi Ordinal Regresi Logistik 1 KOMPARASI 2 >2 HUBUNGAN STATISTIKA PARAMETRIK Cara pemilihan uji statistik univariat dan bivariat

Jenis variabel Tujuan uji Jumlah sampel / jumlah pasangan Sampel bebas / berpasangan Kuantitatif (rasio-interval) popula si berdistribusi normal Uji t 2 sampel bebas Beba s 2 Berpasangan Kompara si Semikuantitatif (ordinal) / kuantitatif distribusi popula si tak normal - Uji Mann-Whit ney - Uji jumlah peringkat dari Wilcoxon

Uji t sampel berpasangan Uji peringkat bert anda dari Wilcoxon Kualitatif (nominal) / kategorik - Uji khi-kuadrat ( 2) - Uji eksak dari Fisher Uji McNemar (u/ k ategorik dik otomik ) Beba s Anova 1 arah Uji Kruskall-Wallis Uji khi-kuadrat Berpasangan Anova u/ subyek yg sama Uji Friedman Uji Cochran's Q (u/ k ategorik dik otomik ) >2

Korelasi - Korelasi dari Pearson (r) - (Regresi) - Korelasi dari Spearman (rs ) - Korelasi Kappa ( ) nursalam-METODOLOGI - Koefisien kontingensi (C) - Koefisien Phi - Koefisien Kappa Cara pemilihan uji statistik multivariat Variabel Bebas Variabel Tergantung 0 variabel 1 variabel Rasio / Interval Ordinal 1 variabel

> 1 variabel 1 variabel Uji t 1 sampel Uji normalitas (G) Uji t sampel berpasangan Analisis faktor Analisis kluster Komponen prinsipal Matriks korelasi Uji KolmogorofSmirnov 1 sampel Uji peringkat bert anda dari Wilcoxon Model loglinear Korelasi Regresi Analisis survival Korelasi ganda Regresi ganda Analisis survival Korelasi

Spearman Korelasi Kendall's tau Anova multi faktor Regresi ganda Multipleclassification analysis Analisis survival Uji t 2 sampel bebas Anava 1 faktor Analisis survival Anava multi faktor Regresi ganda Multipleclassification analysis Analisis survival Multivariat anava Anava pada komponen prinsipal Multivariat anava Anava pada komponen prinsipal

Multivariat anava Anava pada komponen prinsipal Hotelling's T Analisis profil Multivariat anava Anava pada komponen prinsipal Model log-linier Koefisien konkordans W Regresi logistik ganda Uji tanda Uji median Uji jumlah peringkat dari Wilcoxon Uji Mann-W hitney Uji Kruskal Wallis Model loglinier Regresi logistik ganda Model loglinier

Model loglinier Ra sio / Interval Korelasi kanonikal Analisis jalur > 1 variabel Korelasi kanonikal Model struktural 1 variabel Ordinal > 1 variabel Korelasi Spearman Korelasi Kendall's tau Fungsi diskriminan Regresi logistik ganda Fungsi diskriminan Fungsi diskriminan

Korelasi Spearman Korelasi Kendall's tau Korelasi kappa > 1 variabel Nominal (kategorikal) Model loglinier Koefisien Model loglinier nursalam-METODOLOGI konkordans W 1 variabel Uji chi-square 1 sampel Uji binomial / McNemar > 1 variabel Model loglinear Lanjutan Cara pemilihan uji statistik multivariat Variabel Bebas Variabel Tergantung

Rasio / Interval 1 variabel Ordinal > 1 variabel 1 variabel Uji t 2 sampel bebas Anava 1 faktor Fungsi diskriminan Regresi logistik ganda > 1 variabel Fungsi diskriminan Fungsi diskriminan Nominal (kategorikal) 1 variabel

Nominal (kategorikal) > 1 variabel 1 variabel > 1 variabel Uji tanda Uji median Uji jumlah peringk at dari Wilcoxon Uji Mann-Whitney Uji Kruskall Wallis Regresi logistik ganda Model loglinier Uji chi-square Uji pasti Fisher Koefisien Phi Korelasi kappa Regresi logistik ganda Model loglinier Model loglinier

Model loglinier Model loglinier Model loglinier nursalam-METODOLOGI KEABSAHAN DATA / VALIDITAS RELIABILITAS KUAlLITATIF KEABSAHAN HASIL PENELITIAN (Trustworthiness (validitas dan realibilitas) Credibility 2. Dependability 3. Confirmability 4. Transferability 5. Triangulasi 1. 1. CREDIBILITY - dipercaya cara yang membuktikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya yaitu ketika partisipan mengakui temuan penelitian sebagai pengalamannya (Lincoln & Guba, 1985 dalam Magnee, 2004) Contoh: meminta partisipan penelitian untuk membaca kembali verbatim wawancara dan atau kisi-kisi hasil analisis

tema untuk memberikan umpan balik apakah verbatim hasil wawancara dan kisi-kisi hasil analisis tema telah sesuai dengan maksud yang disampaikan oleh pertisipan terkait pengalaman yang dialami partisipan 2.Dependability inqury audit futuristik berpandangan jauh, kestabilan data (Polit & Hungler, 1997) Cara : melakukan inqury audit Yaitu proses audit yang dilakukan oleh external reviewer untuk meneliti dengan kecermatan data-data dan dokumen yang mendukung selama proses penelitian Eksternal reviewer : dosen pembimbing yang memeriksa cara dan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti Pakar/ahli kualitatif 3.Confirmability - kesepakatan objektivitas atau kenetralan data, dan bergantung pada kesepakatan atau persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat dan penemuan dari penelitian (Polit & Hungler, 1997) Bisa dilakukan dengan : a. inquiry audit melalui penerapan audit trail Peneliti mengumpulkan secara sistematis material dan hasil dokumentasi penelitian ,dalam hal ini adalah transkrip wawancara dan field notes, dan meminta dosen pembimbing/ pakar kualitatif sebagai eksternal reviewer dengan melakukan analisis pembanding untuk menjamin objektivitas hasil penelitian b. konfirmasi pada partisipan terkait hasil verbatim wawancara dan atau kisi-kisi hasil analisis tema yang telah disusun

4. Transferability dapat diterapkan futuristik berpandangan jauh, kemampuan hasil penelitian untuk diterapkan pada tempat atau kelompok lain yang memiliki karakteristik serupa cara yang diterapkan: menggambarkan tema-tema hasil penelitian kepada sampel lain yang tidak terlibat dalam penelitian yang memiliki karakteristik serupa, kemudian mengidentifikasi apakah sampel tersebut menyetujui tema-tema yang dihasilkan oleh penelitian 5. Triangulasi pengecekan / pembanding Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulsi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan, yaitu triangulasi sumber, metode, penyidik, dan 1. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek baik derajat kepercayaan sesuatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. 2. Triangulasi dengan metode terdapat dua strategi, yaitu: a. pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data; b. pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Teknik Triangulasi jenis ketiga (penggunaan penyidik) ialah dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi dengan teori dilaksanakan dengan cara memeriksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.

teori. KUANTITATIF VALIDITAS (PRODUCT MOMMENT) RELIABILITAS (CRONCHBACH ALPHA) 8. ETHICAL CLEARANCE & START DATA COLLECTION (pengumpulan data dst) nursalam-MASALAH 9. WRITE RESULT AND DISCUSSION nursalam-MASALAH PENULISAN HASIL NO ITEM PENJELASAN (WHAT) 2.

Bagian Deskriptif (Isi) Kalimat Pengantar Gambaran Lokasi Penelitian Data Umum: Penyajian karakteristik pasien yg diteliti Data Khusus / variabel penelitian: Penyajian variabel yg diteliti secara rinci(tabel, gambar dll) Setiap Tabel / gambar harus dijelaskan di bawahnya, meliputi: 1) Amati data yg ada 2) Hubungan pokok yg akan diuji 3) Mencari angka-angka yg menyimpang 4) Tulis hasil uji statistik PENULISAN PEMBAHASAN PERLU PENJABARAN PERTANYAAN WHY & HOW 1. Isi: Fakta (hasil penelitian); Teori; dan Opini (pendapat

peneliti) 2. Menganalisa makna penemuan penelitian (hasil dihubungkan dgn. pertanyaan penelitian: membandingkan dgn. temuan sebelumnya (apakah memperkuat; berlawanan; atau sama sekali baru) 3. Setiap pertanyaan dijelaskan (didukung dgn. referensi yg memadai) 4. Menghubungkan dgn ilmu teori yg ada; fakta di lapangan 5. Perlu dituliskan hasil temuan dan keterbatasan 6. Penulisan secara wajar (tidak berlebihan) menuliskan makna hasil penelitian 10. CONCLUSION & RECOMENDATION nursalam-MASALAH KESIMPULAN DAN SARAN Isi kesimpulan: 1) Ditulis dalam bentuk kalimat: S-P-O-K (subyek, predikat, Obyek, dan Keterangan) / bukan seperti Hipotesis 2. Menjawab masalah atau tujuan (khusus) penelitian / membuktikan hipotesis 3) Memberikan makna dari temuan 4) Menggunakan bahasa yang jelas dan singkat 5) Meminimalkan / meniadakan hasil-hasil angka statistik SARAN Saran

harus operasional dan dapat diterapkan Dituliskan berdasarkan kesimpulan yang masih belum sesuai dengan tujuan penelitian ataupun adanya kesenjangan dengan fakta dan standar Ditujukan untuk kepentingan masayarakat (konsumen) dan perkembangan ilmu pengetahuan (i.e. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut) KUALITATIF I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Batasan dan Pertanyaan Penelitian C. Tujuan Penelitian D.Manfaat Penelitian ATAU A. Pertanyaan penelitian B. Pembatasan Penelitian C. Kepustakaan yang berkaitan D. Kesesuaian dengan Paradigma dan Teori Substantif E. Tujuan Penelitian II. KAJIAN KEPUSTAKAAN / Teori III. METODE PENELITIAN A. Desaian / Pendekatan B. Loksi dan waktu

C. Subyek / informan dan sampling D. Teknik pengumpulan data E. Analisis Data F. Keabsahan Data 159 IV. HASIL & PEMBAHASAN A. Deskripsi Penemuan B. Deskripsi Hasil Analisis Data C. Penafsiran dan Penjelasan V. TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA* (BISA DILETAKKAN PADA HASIL) A. Perpanjangan Kehadiran Pengamat B. Diskusi Rekan Sejawat C Analisis kasus Negatif D. Kecukupan Referensi E. Triangulasi F. Pengecekan anggota G. Auditing BAB KESIMPULAN DAN SARAN 160 KUANTITATIF HALAMAN JUDUL SURAT PERNYATAAN HALAMAN PENGESAHAN MOTO KATA PENGANTAR

ABSTRAK (BAHASA INGGRIS: IMRAD Introduksi, Metodologi, Result And Discussion) DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAMPIRAN , DAFTAR SINGKATAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - MSKS (M -Introduksi permasalahan; S- skala Justifikasi- insiden, K kronologis sebab, dampak; S - alternatif solusi) 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum 2) Tujuan Khusus (operasional disesuaikan dgn. Tujuan penelitian) 1.4 Manfaat Penelitian (Pasien / klien; Ilmu Keperawatan / profesi; Institusi) BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Didahului dengan prolog / pengantar Isi: disesuaikan dengan judul / variabel yang akan diteliti BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN BAB 4 METODE PENELITIAN D-3.1 Rancangan Penelitian / Desain (studi kasus, cross sectional, praquesiexperimental) S-3.2 Populasi, Sampel & besar samoel dan teknik pengambilan sample Kerangka Kerja (framework) V- 3.3 Variabel penelitian 1) Klasifikasi (independent, dependent, pengontrol)

2) Definisi operasional (berupa tabel: macam variabel, definisi, parameter, alat ukur, skala pengukuran, skor) I-3.4 Pengumpulan dan Analisis data 3.4.1 Bahan penelitian 3.4.2 Instrumen 3.4.3 Lokasi & waktu penelitian Prosedur pengumpulan data A-3.4.5 Cara analisis data 3.4.4 3.5 1) 2) 3) Ethical Clearance Informed consent Anonimity Confidentiality BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil (sesuai tujuan / masalah ) 4.2 Pembahasan BAB 6 SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan (isi menjawab Hipotesa atau pertanyaan penelitian) 5.2 Saran (isi Pengembangan dan rekomendasi dari hasil) DAFTAR PUSTAKA .. (HARVARD SYSTEM) LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. IJIN PENELITIAN (Institusi tempat pengambilan data & Komisi Etik) 2. INFORMED CONSENT / ETHICAL CLEARANCE 3. INSTRUMENTS 4. PENGOLAHAN DATA (RAW) DAN PRINT-OUT UJI STATISTIK 5. Lainnya, yang relevan 11. PUBLICATION BUKU REFERENSI / MONOGRAF / JURNAL nursalam-MASALAH Format Artikel Penelitian (Cout: MGW) -----------JUDUL ----------Penulis bstrak: ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ata kunci: -------------------------------------Pendahuluan (tanpa sub judul) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------BAHAN & METODE --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------HASIL

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------BAHASAN --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SIMPULAN DAN SARAN --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------DAFTAR RUJUKAN nursalam-MASALAH Contoh: ARTIKEL HASIL PENELITIAN KUANTITATIF 1. Judul 2. Nama Penulis 3. Abstrak dan Kata kunci 4. Bagian Pendahuluan 5. Bahan dan Metode 6. Hasil dan Pembahasan 7. Simpulan dan Saran 8. Daftar Rujukan (5 thn terakhir) nursalam-MASALAH KUALITATIF

Judul Nama penulis Abstrak Pendahuluan Pendekatan (fenomenologi, grounded theory, etnografi, study kasus, biografi) Unit Analisis (partisipan / informan); lokasi dan waktu; pengumpulan data, analisis. Hasil dan Pembahasan Simpulan dan Saran Daftar Pustaka nursalam-MASALAH You dont have to be great to get started, but you have to get started to be great nursalam-MASALAH --------- Les Brown ----------

Recently Viewed Presentations

  • Chapter 25 Organic and Biological Chemistry

    Chapter 25 Organic and Biological Chemistry

    Chemistry, The Central Science, 10th edition Theodore L. Brown; H. Eugene LeMay, Jr.; and Bruce E. Bursten Chapter 25 Organic and Biological Chemistry
  • Overall Audit Plan and Audit Program

    Overall Audit Plan and Audit Program

    Chapter 13 Overall Audit Plan and Audit Program Presentation Outline Application of Audit Testing Selecting Tests to Perform Design of the Audit Program A Summary of the Audit Process I. Application of Audit Testing Tests of Controls Testing for Monetary...
  • Solutions and Solubility - Cattaraugus Little Valley Primary ...

    Solutions and Solubility - Cattaraugus Little Valley Primary ...

    Solutions and Solubility Solutions Solution - a homogenous mixture of a solute dissolved in a solvent. The solubility (ability to dissolve) of a solute in a solvent is dependent on the Temperature For solid solutes: as temperature increases, solubility increases.
  • Tobacco Unit - Tamaqua Area School District

    Tobacco Unit - Tamaqua Area School District

    Tobacco Unit Every day, nearly 4,000 kids try a cigarette and 1,000 teens in the US become smokers. One third of these teens will eventually die from smoking.
  • Purification of DNA PAG9

    Purification of DNA PAG9

    Need to book. Mini whiteboards. Sweets for DNA model (see link to sheet on slide) Speakers. Practical 'DNA your onions': blender, knife, white tile, water bath (60oC), ice, thermometer, beakers, funnel, filter paper, syringe, boiling tube, glass rod, pipette, protease,...
  • C021TV-I2-S4 0 1 I.2 Algorithmics 1. Tasks 2.

    C021TV-I2-S4 0 1 I.2 Algorithmics 1. Tasks 2.

    2. Complex. data structures. list. doublylinkedlist. stack, queue. hash table. tree, heap. graph (directed or not) database...
  • Diapositiva 1 - ACNP / NILDE

    Diapositiva 1 - ACNP / NILDE

    Benchmark computations of 3D laminar flow around a cylinder with CFX, OpenFOAM and featflow. 1550-2287. Physical properties of heavy-oxygen water. Part 2. Vapour pressure . On C1-isometric imbeddings I. Ferrocenyl dendrimers: multi-electron redox reagents and their applications. On C1-isometric imbeddings....
  • Title of presentation

    Title of presentation

    Issues common to Evaluations & Validations Challenging specimen panel - Representative types Include specimens with High, Medium and Low reactivity, and unreactive specimens Issues common to Evaluations & Validations Challenging specimen panel - in practice depends on: Issues common to...